membiarkan pikirku menari sesukanya

Masalah Generasi Online

First blog ini 2017..

generasi-online

Akhir-akhir ini gw lelah sekali mendengar kritik orang untuk generasi muda sekarang, which is generasi gw (iya gw udah ga muda lagi, tapi lebih pas masuk ke generasi sekarang daripada generasi orang tua gw kan? Iya gw maksa, biar dianggep muda. Anggep aja gitu, kita lanjut gimana), dan bagaimana orang membandingkan generasi gw dengan angkatan orang tua gw ke atas.

Yes, kami memang tidak seulet dan pantang menyerah, kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki seperti generasi-generasi terdahulu. Yes, attitude dan kemampuan berbasa-basi kami memang tidak seapik generasi terdahulu, standar sopan santun kami dan mereka berbeda. Yes, kami memang angkatan narsis yang hobi selfie dan pencitraan di social media. Tapi untuk yang satu ini, akuilah orang tua kita pun ketularan :p
Read the rest of this entry »

Current Guilty Pleasure

 

Guilty pleasure

Haii.. it’s been a while yaa dari terakhir kali gw nulis di blog ini. Istiqomah memang bukan istilah yang mudah untuk diaplikasikan. Tapi gw akan selalu punya niat untuk menulis secara rutin. Aplikasinya, gimana nanti. Hehe

Ok, malam ini gw mau ngomongin apa? Ngomongin guilty pleasure terbaru dalam hidup gw. Apa? Bukan apa, tapi siapa. It’s ..JUSTIN BIEBER.. Whaaat???

Sorry banget, gw sudah berusaha menahan perasaan ini Read the rest of this entry »

Ilmu yang Bermanfaat

freedom writers

Semalam gw menonton suatu film yang super, super inspiratif. Kenapa gw sebut super inspiratif? Pertama memang kisahnya luar biasa, yang kedua karena berasal dari kejadian nyata. Judulnya Freedom Writer, film ini diproduksi pada tahun 2007. Setting ceritanya di tahun 1994, masa ketika pertikaian antar gang berdasarkan etnis sedang panas-panasnya di Amerika.

Bercerita tentang seorang guru bahasa inggris baru di sekolah integrasi yang menerima murid dari seluruh etnis, dan mendapatkan kelas yang sangat challenging. Murid-murid yang dianggap bermasalah, dengan grade nilai variasi antara D dan F, beberapa anak memiliki kemampuan membaca di bawah usianya. Murid-muridnya menganggap sang guru sebagai outsider, tidak mengerti ‘perjuangan’ yang harus mereka lakukan hari per hari, karena sang guru mereka anggap bagian dari orang kulit putih yang menindas mereka dan keluarga mereka. Sang guru adalah seorang idealis yang yakin dapat mempersatukan kelasnya dan yakin setiap anak memiliki potensi yang luar biasa, no matter where they come from. Beliau mulai memperkenalkan mereka pada literatur-literatur yang dianggap sekolah ‘terlalu tinggi’ untuk kemampuan menangkap murid-murid, tapi tetap diperkenalkan oleh sang guru karena memiliki kemiripan background dengan kisah hidup para murid. Agar mereka tertarik. Learning process starts when we interest to something, right?

Ketika remaja laki-laki tertarik pada dunia sepakbola mereka akan hapal setiap nama pemain, nomor punggung mereka, sejarah klub kesayangan mereka, tanpa ada ruang kelas dan guru yang mengajari mereka dari A sampai Z. Kenapa bisa? Karena mereka tertarik, sehingga mereka mencari tau, proses belajar dimulai. Kalau ada ujian seputar dunia sepakbola, kemungkinan besar nilai mereka bagus semua. Gampangkah mengingat itu semua? Bukankah mengingat itu semua mirip dengan pola belajar sejarah di sekolah? Mengingat angka (tahun kejadian vs nomor punggung pemain bola), nama (tokoh sejarah vs pemain bola dari berbagai club dan negara), kejadian (peristiwa sejarah vs detail kejadian dalam setiap pertandingan sepakbola), sama bukan? Jadi million dollar question nya adalah Read the rest of this entry »

Tulisan gw kali ini didedikasikan kepada orang yang mengembangkan teknik identifikasi personality STIFIn. Apa itu STIFIn? Untuk yang belum tau, boleh digoogling dulu dan kalau bisa ikut tesnya. Very recommended. Tesnya ngapain? Cek sidik jari aja kok..

Gw orang yang cukup curious dengan dunia psikologi. Kenapa? Cita-cita ga kesampean, pengen jadi psikolog (tenang gw ga akan mulai sesi curhat). Jadi banyak bacaan dan teknik identifikasi yang gw pelajari. Akhirnya jatuh hati pada STIFIn, walaupun ada teknik yang beberapa orang anggap lebih detail penjabarannya, yaitu MBTI. Pernah dicoba, tapi STIFIn lebih banyak menjawab pertanyaan tentang diri sendiri selama ini. Lagi-lagi, kalau terdengar asing istilah-istilah tadi, googling lah sebelum lanjut baca dan makin bingung.

Ok, sebelum lanjut, gw mau menekankan bahwa gw bukan ahli, hanya seseorang yang curious dan interest aja. Lanjut ya.. Kenapa jatuh hati pada STIFIn? Dari beberapa literatur yang gw baca, kepribadian kita itu dibentuk oleh 2 hal, Read the rest of this entry »

no komentar

KOMENTAR

Kegiatan guilty pleasure yang bisa dilakukan secara terbuka atau diam-diam. Secara terbuka, seperti kalau lagi ngomentarin orang pas lagi kumpul bareng teman-teman dan diucapkan secara terang-terangan sambil minta persetujuan, atau satu lagi, my favourite way, secara diam-diam. Dalam hati komentarnya, disimpan sendiri. Merasa aman karena hanya gw seorang yang tau (dan Allah pastinya).

I’ve been doing it secretly for years. Dimulai dengan sedikit, kadang, dalam diam. Tanpa disadari menjadi suatu refleks. Kayaknya deep down inside sih gw sadar kalau ini masalah, tapi yang namanya refleks itu rangsangannya udah ga lewat otak lagi (mulai sok-sok ilmiah), jadi keluar gitu aja.

Sampai ketika sedang beribadah di tanah suci Madinah, Saudi Arabia. Sebelum berangkat sempat dapat cerita dari ustad tempat biasa pengajian. Beliau bilang kalau Rasul pernah berkata, Madinah adalah tempat yang sangat baik. Orang jahat ketika masuk ke Madinah akan menjadi baik, orang yang sudah baik akan menjadi lebih baik lagi. Read the rest of this entry »

target pasar non bisnis

Warning!!

Tulisan gw kali ini akan mengandung unsur curhat. Jikalau anda memiliki riwayat alergi terhadap curhat, mending lanjut ke posting berikutnya 😀 Read the rest of this entry »

Hai-hai, gw diingatkan oleh seorang sahabat yang follow blog bahwa gw sudah lama sekali ga posting tulisan. Seorang teman pun sampai ngomen karena kelamaan vakum. 2 orang doang sih yang protes, tapi 2 lebih baik dari tidak ada sama sekali. Kalau yang gw tulis bisa menyenangkan hati 2 orang aja, itu sudah menjadi sesuatu yang membuat gw happy..

Ok, jadi gw akan mulai memposting tulisan lagi, sebenernya yang akan gw posting tulisan yang udah lama nongkorong di laptop ampe berdebu, tapi belum diposting-posting ke blog. Semoga bisa istiqomah ke depannya untuk lebih rutin menulis dan memposting tulisan ke blog.. Amin

Here we go, enjoy 🙂