Akhirnya berhasil mencoret lagi salah 1 impian gw, itu adalah nonton pertandingan bola timnas Indonesia secara live di Gelora Bung Karno (GBK)
Waaaawwwww… ini sensasinya GILA banget, senangnya luar biasa. Mungkin karena menang 2-0 ya, kalau kalah tetap terasa luar biasa, tapi sedihnya yang luar biasa
Kalau kata teman gw, sensasinya bikin nagih. Jelas! Itu yang namanya nasionalisme kerasa banget. Nasionalisme memang tidak dibuktikan dengan kita dateng nonton timnas di GBK, maknanya jauh lebih mendalam daripada itu. Tapi saran gw, kalau kalian mau menjadi saksi dari semangat nasionalisme warga negara Indonesia, dan untuk kalian yang seperti gw kemarin-kemarin, menyangsikan semangat nasionalisme masih meng-akar kuat dalam warga negara Indonesia, silahkan sekali nonton langsung dari GBK.
Jujur, pengalaman di sana tidak sempurna, ada hal-hal yang cukup membuat tidak nyaman dan emosi, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. Seperti cemoohan terhadap tim lawan, jelas bukan tindakan sportif dan baik. Tidak peduli dengan perasaan dan kenyamanan orang lain, dengan meniup terompet (sumpah itu trompet mengganggu banget, terima kasih pada Piala Dunia Afrika Selatan). Entah kenapa di sana semakin terasa, mental warga negara kita sepertinya memang membully orang. Sepertinya ada kepuasan tersediri ketika mengina atau merendahkan orang lain. Sungguh ini sangat membuat sedih dan emosi. Tapi lagi-lagi ga bisa melakukan apa-apa, karena ketika 1 orang bertingkah seperti itu, ratusan lain siap mem-beo. Mental gimana yang rame aja juga masih kental sekali
Sedikit pesan sponsor, ‘dear smoker, bolehkah gw bertanya, kenapa ada saja di antara kalian yang masih tega merokok di tempat yang sudah jelas-jelas kurang nyaman, panas, dan pengap? Dan jarak kalian dengan orang lain itu sangat dekat, sangat berpotensi menciptakan perokok pasif yang berisiko tinggi terkena kanker karena kesenangan sesaat kalian?’
Puncak kekesalan dan kekecewaan adalah ketka tim lawan sedang menyanyikan lagu kebangsaannya, penonton asik mem boo lagu tersebut. Asli, ini tidak menunjukkan kalau kita berkuasa atau hebat, ini justru menunjukkan seberapa pecundangnya kita. Sebut saja gw sok serius, sok menjudge. Yang jelas kalau ada warga negara lain yang melakukan hal sama pada lagu kebangsaan gw, gw ga akan pernah mungkin terima. Begitu pun warga negara lain. Se simple itu aja
Di samping itu semua, pengalaman kemarin betul-betul pengalaman luar biasa. Kita bertemu dengan ratusan, ribuan orang yang tidak pernah saling kenal, tapi ketika ada 1 orang yang berteriak IN-DO-NE-SIA.. prok prok, prok prok prok.. IN-DO-NE-SIA, semua orang akan melakukan hal yang sama. Ketika lagu kebangsaan berkumandang, semua menyanyikan bersamaan. Seumur hidup gw belum pernah mendengar lagu kebangsaan dinyanyiakan serempak oleh orang sebanyak itu, suaranya menggema, dan membuat bulu kuduk merinding.
Ketika bola mendekati gawang lawan, serempak tanpa komando semua orang berdiri, bersiap melihat gol tercipta. Dan ketika gol itu benar-benar terjadi atas kemenangan kita, seberapa kencangnya pun kita berteriak, kita tidak akan mampu mendengar suara kita sendiri. Suara kita hilang ditelan teriakan ribuan orang yang meneriakkan hal sama. Keceriaan dan kebanggan ketika pertandingan berakhir, itu luar biasa rasanya.
Pengalaman itu tidak sempurna, tidak ideal, tapi sepadan. Justru ketika sekarang gw mengenang saat-saat itu, hal-hal mengesalkan yang tadi gw paparkan tidak ada apa-apanya dibandingkan sensasi dan kebanggaannya.
Apapun yang terjadi di final, gw bangga dengan timnas Indonesia, gw bangga dengan semangat warga negara Indonesia. Terima kasih timnas, perjuangan kalian menyatukan bangsa ini, setidaknya selama 90+15 menit dan hari-hari setelahnya ketika kerja keras kalian menjadi pembicaraan sehari-hari kami yang akan kami ceritakan dengan berapi-api.
Kalian luar biasa
Terus berjuang Garuda Muda #IndonesiaBisa