membiarkan pikirku menari sesukanya

Salam dari GBK

Akhirnya berhasil mencoret lagi salah 1 impian gw, itu adalah nonton pertandingan bola timnas Indonesia secara live di Gelora Bung Karno (GBK)

Waaaawwwww… ini sensasinya GILA banget, senangnya luar biasa. Mungkin karena menang 2-0 ya, kalau kalah tetap terasa luar biasa, tapi sedihnya yang luar biasa :D

Kalau kata teman gw, sensasinya bikin nagih. Jelas! Itu yang namanya nasionalisme kerasa banget. Nasionalisme memang tidak dibuktikan dengan kita dateng nonton timnas di GBK, maknanya jauh lebih mendalam daripada itu. Tapi saran gw, kalau kalian mau menjadi saksi dari semangat nasionalisme warga negara Indonesia, dan untuk kalian yang seperti gw kemarin-kemarin, menyangsikan semangat nasionalisme masih meng-akar kuat dalam warga negara Indonesia, silahkan sekali nonton langsung dari GBK.

Jujur, pengalaman di sana tidak sempurna, ada hal-hal yang cukup membuat tidak nyaman dan emosi, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. Seperti cemoohan terhadap tim lawan, jelas bukan tindakan sportif dan baik. Tidak peduli dengan perasaan dan kenyamanan orang lain, dengan meniup terompet (sumpah itu trompet mengganggu banget, terima kasih pada Piala Dunia Afrika Selatan). Entah kenapa di sana semakin terasa, mental warga negara kita sepertinya memang membully orang. Sepertinya ada kepuasan tersediri ketika mengina atau merendahkan orang lain. Sungguh ini sangat membuat sedih dan emosi. Tapi lagi-lagi ga bisa melakukan apa-apa, karena ketika 1 orang bertingkah seperti itu, ratusan lain siap mem-beo. Mental gimana yang rame aja juga masih kental sekali

Sedikit pesan sponsor, ‘dear smoker, bolehkah gw bertanya, kenapa ada saja di antara kalian yang masih tega merokok di tempat yang sudah jelas-jelas kurang nyaman, panas, dan pengap? Dan jarak kalian dengan orang lain itu sangat dekat, sangat berpotensi menciptakan perokok pasif yang berisiko tinggi terkena kanker karena kesenangan sesaat kalian?’

Puncak kekesalan dan kekecewaan adalah ketka tim lawan sedang menyanyikan lagu kebangsaannya, penonton asik mem boo lagu tersebut. Asli, ini tidak menunjukkan kalau kita berkuasa atau hebat, ini justru menunjukkan seberapa pecundangnya kita. Sebut saja gw sok serius, sok menjudge. Yang jelas kalau ada warga negara lain yang melakukan hal sama pada lagu kebangsaan gw, gw ga akan pernah mungkin terima. Begitu pun warga negara lain. Se simple itu aja

Di samping itu semua, pengalaman kemarin betul-betul pengalaman luar biasa. Kita bertemu dengan ratusan, ribuan orang yang tidak pernah saling kenal, tapi ketika ada 1 orang yang berteriak IN-DO-NE-SIA.. prok prok, prok prok prok.. IN-DO-NE-SIA, semua orang akan melakukan hal yang sama. Ketika lagu kebangsaan berkumandang, semua menyanyikan bersamaan. Seumur hidup gw belum pernah mendengar lagu kebangsaan dinyanyiakan serempak oleh orang sebanyak itu, suaranya menggema, dan membuat bulu kuduk merinding.

Ketika bola mendekati gawang lawan, serempak tanpa komando semua orang berdiri, bersiap melihat gol tercipta. Dan ketika gol itu benar-benar terjadi atas kemenangan kita, seberapa kencangnya pun kita berteriak, kita tidak akan mampu mendengar suara kita sendiri. Suara kita hilang ditelan teriakan ribuan orang yang meneriakkan hal sama. Keceriaan dan kebanggan ketika pertandingan berakhir, itu luar biasa rasanya.

Pengalaman itu tidak sempurna, tidak ideal, tapi sepadan. Justru ketika sekarang gw mengenang saat-saat itu, hal-hal mengesalkan yang tadi gw paparkan tidak ada apa-apanya dibandingkan sensasi dan kebanggaannya.

Apapun yang terjadi di final, gw bangga dengan timnas Indonesia, gw bangga dengan semangat warga negara Indonesia. Terima kasih timnas, perjuangan kalian menyatukan bangsa ini, setidaknya selama 90+15 menit dan hari-hari setelahnya ketika kerja keras kalian menjadi pembicaraan sehari-hari kami yang akan kami ceritakan dengan berapi-api.

Kalian luar biasa

Terus berjuang Garuda Muda #IndonesiaBisa

aku dan kamu

Sampai detik ini, gw masih ga ngerti sama apa yang salah dengan 2 kata ganti orang ini, yaitu ‘gw’ dan ‘lo’ ..

Buat kalian yang baca dan tinggal di jakarta, postingan gw ini akan kerasa aneh dan ga jelas. Jelas-jelas ga ada yang salah dengan 2 kata ganti itu, lawong dipake sehari-hari..

Tapi buat kalian yang tinggal di luar jakarta dan punya suatu kesensian tersendiri sama ‘anak jakarta’ lo pasti ngerti apa maksud dari postingan ini.

Gw sekarang tinggal di bandung, karena kuliah, dan gw kenal sama komunitas-komunitas atau oknum-oknum tertentu yang sensi sama 2 kata ganti ini. Ada yan menganggap kata-kata ini songong, belagu, sombong, orang yang ngomong terkesan arogan, dan sebagainya. Padahal, apa coba salahnya itu 2 kata, simpelnya ga ada yang ngalahin, dua-duanya hanya terdiri dari 2 huruf. L dan O, G dan W. Ok, kalo sesuai pelafalannya jadi 3 huruf deh, E L dan O, G U dan E. Dan kalo lo mau terkesan gaul, emang jadi ribet ini 2 kata, jadi banyak banget hurufnya, ELOHHHHHHHHHHHH, GUWEHHHHHHH :D

Apa coba dosanya 2 kata simpel itu. Pemakai kata ‘gw’ dan ‘lo’ juga ga make kata-kata ini ke semua kalangan, kita tau kalo ini kata informal dan kurang sopan untuk diucapkan ke orang yang lebih tua. Kalo dalam kata ganti sunda, ’gw’ dan ‘lo’ ini sederajat sama ‘urang’ dan ‘maneh’. Dan jelas, ‘gw’ itu derajatnya di atas dan lebih sopan dibandingkan dengan kata ‘aing’. Jadi, masalahnya apa?

Ini tuh hanya masalah kebiasaan. Karena orang sunda ga biasa ngomong ‘gw ‘ dan ‘lo’, dua kata ini jadi asing. Dan karena orang jakarta itu image nya songong, belagu, dan arogan, jadi disambung-sambungin.

Gw rasa fenomena ini (cieh, fenomena. Eh salah,  ciehhhhhhhhh fenomenahhhh *biar gaul) sama dengan fenomena lagu alay. Lagu-lagu Indonesia sekarang, makin ke sini kan makin dianggap alay ya. Dan selain karena musik yang makin sederhana, liriknya pun semakin sederhana dan dianggap ga banget. Abis lah ya kita caci-caci musisi yang nyiptain lagu-lagu dengan lirik yang dianggap norak itu.

Kita beralih kembali ke lagu-lagu barat yang menurut kita, berkualitas banget. Sering banget lah gw ngeliat ada orang yang ngedengerin lagu barat sampe nangis-nangis, bilang liriknya dalem banget, liriknya gw banget. Padahal, kalo lo mau ngartiin itu lirik semuanya pake bahasa indonesia, itu ALAY kata-katanya! Kita asik aja nyanyi karena kita ga bener-bener tau arti liriknya. Ini sama dengan kasus ‘gw’ dan ‘lo’. Kita menganggap barat itu keren, indonesia itu ga. Maka kita menganggap lagu-lagu barat itu keren. Padahal, sama aja.

See, kayanya anggapan-anggapan salah kaprah yang sering terjadi itu bisa didasari sama beberapa hal. Bisa jadi, emang pengen ngehina aja, atau nyambung-nyambungin random, atau ga biasa, ATAU emang kita ga ngerti.

ini ngopi

Postingan ini gw copy dari http://terselubung.blogspot.com/2011/08/10-kisah-lucu-penuh-motivasi.html?utm_source=terselubung&utm_medium=twitter

Gw ngerasa perlu diposting, karena gw suka isinya. Kalau mau baca dan sambil diresapi dan bercermin dikit, boleh banget loh

Yuk ngaca bareng-bareng, udah cantik belom *loh :D

Here we go..

1. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu.

Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, “Pasti ibu yang memecahkan piring itu.” “Bagaimana kamu tahu?” kata si Ayah. “Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain,” sahut anaknya.

Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran.
2. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya rusak parah dan tak terawat.

Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, “Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona.”

Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda.
3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, “Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!”

Sedangkan guru dari Barat akan bilang, “Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!”

Terkadang orang yang lebih tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.
4. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, “Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!”

Istrinya secara spontan menjawab, “Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur.” Suaminya dengan tenang menjawab, “Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya … saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya.”

Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.

 

5. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.

Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, “Babi!” Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, “Kamu sendiri yang babi!”

Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.

Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina.

 

6. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, “Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?”
Ayahnya menjawab, “Sudah tentu!”
“Siapa yang menemukan listrik?”
“Edison.”
“Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?”

Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.
7. Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelepon dokter rumah tangga minta pertolongan.

Dokter berkata, “Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana.”

Ibu Toto bertanya, “Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan? Dokter itu menjawab, “Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu.”

Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin. Daripada khawatir lebih baik berlega, dari pada gelisah lebih baik tenang.
8. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.

Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, ‘plak’ gembok besar itu sudah terbuka.

Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian, Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.

 

Aslinya ada 10 cerita, tapi yang gw copy yang gw suka aja, cuma 8. Lengkapnya klik di link atas aja yaaa

Mudah-mudahan bermanfaat :)

Negara gw besok akan merayakan ulang tahunnya yang ke 66 :)

Happy birthday :*

Sekarang, biarkan gw mengoceh tentang negara gw dan mimpi gw akan masa depannya

Negara gw ini negara yang sangat hebat dan sangat disayang sama Allah. Tidak usah dibahas lagi lah ya tentang kekayaan alam negara gw yang sudah diketahui oleh seluruh dunia. Gw yakin bahwa Indonesia sangat disayang sama Allah karena selalu dikasih masalah, jadi warga negaranya terus mikir dan terus bermimpi akan negaranya di masa depan menjadi lebih baik

Gw punya mimpi untuk Indonesia. Ia akan kembali ke masa jayanya. Ga, ga Cuma itu, bahkan lebih baik. Gw punya suatu keyakinan, bahwa di tangan generasi gw, Indonesia akan lebih jaya dari apa yang sudah pernah di masa lalu. Kenapa?

Ada 2 macam contoh, ada contoh untuk ditiru dan ada contoh untuk dipastikan tidak akan kita tiru. Alias contoh baik dan buruk. Contoh yang ditunjukkan di berbagai media di negara gw selama ini banyak banget contoh untuk dipastikan tidak akan kita tiru.

Generasi gw sudah lebih dari cukup memanfaatkan perannya sebagai pencemooh dan pengutuk. Karena itu, ketika cemoohan itu sama hebatnya dengan action ketika tugas itu sudah diemban, maka gw yakin!

1 hal sebetulnya yang bikin gw merasa sedih dan tidak seyakin di paragraf awal, adalah rasa bangga akan tanah air di generasi gw sudah bisa dikatakan melemah. Bahkan banyak yang merasa ini negara ga banget, dan ga punya harapan lagi. Kalau punya kesempatan untuk cabut dari negara ini, mungkin itu yang akan dilakukan segelintir orang itu.

Padahal, mereka bisa jadi seperti sekarang itu karena mereka lahir dan hidup di tanah Indonesia. Negara kita memang tidak sempurna, tapi dia tidak seburuk itu. Banyak banget hal yang harus kita syukuri. Negara kita banyak masalah, tapi setidaknya kita merasa aman. Bayangkan kita lahir di negara yang tengah menghadapi perang atau gejolak luar biasa di dalamnya, apa bisa kita mejadi diri kita sekarang? Menjalani aktifitas yang sedang kita lakukan sekarang?

Semoga gw dan warga negara lainnya bisa lebih bersyukur dan bangga menjadi warga negara Indonesia. Amin

Selamat Ulang Tahun Indonesia

Aku mendoakan semua hal terbaik untukmu. Semoga kami semua yang sudah jadi parasit di tanahmu ini, bisa menunjukkan sedikit balas budi. Ga Cuma bisa numpang hidup, mengkonsumsi hasil produksimu tanpa mikir, udah gitu ngerusak lagi, ehh ditambah hobinya menghina-hina negara dimana kita numpang hidup yang jasanya udah segitu banyak. Hehe..

Dan pleaseeeee ga ada lagi yang mau bikin negara sendiri dan memisahkan diri dari Indonesia. Please..

Semoga kami bisa melakukan lebih baik dari apa yang sudah kami lakukan sekarang, dan bisa membawamu lebih jaya dari apa yang sudah pernah di masa lalu. amin..

Terakhir,

Jangan tanyakan apa yang sudah negaramu berikan untukmu, tapi tanyakan apa yang sudah kami berikan untuk negaramu

Sekian. MERDEKA!

kita – terjebak cara

Kita sering terjebak dengan cara

Bingung dengan kalimat di atas?

Sekarang disepakati dulu aja, setiap individu punya caranya masing-masing dalam gaya bicara, cara mengungkapkan sesuatu, dan dalam bereaksi terhadap suatu impuls

Itu semua dipengaruhi oleh keluarga, suku, bacaan yang dibaca, tontonan yang ditonton, tokoh yang dikagumi, lingkungan sekitar, dan sebagainya

Sekarang gini, kita selalu mengelu-elukan bhineka tunggal ika. Kita ini negara kepulauan yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, adat istiadat, makanan, dan itu semua yang membuat bangsa kita istimewa. Tapi yang gw perhatiin ini baru sekedar diucapkan, belum dihayati

Yang sedang gw amati belakangan ini adalah, kita terjebak dengan cara. Sering kali ada orang yang cara bekerjanya tidak sama dengan kita, kita anggap dia kerjanya ga bener. Orang yang bekerja dengan santai dan masih sempet santai-santai di tengah pekerjaannya bukan berarti orang yang ga bisa kerja. Hanya cara bekerjanya tidak seperti orang kebanyakan. Ada orang yang kerjanya kayanya riweuh banget, sering rapat, tapi pas dilihat di akhir, ga ada yang beres kerjaannya

Contoh lain terjebak pada cara adalah, ketika seseorang menyampaikan sesuatu dengan baik namun menggunakan cara yang tengil atau kasar, kita tidak akan menghiraukan isi perkataanya, malah sibuk mengomentari caranya yang tidak kita sukai dan menjudge dia sebagai orang yang tidak sopan atau sombong atau seenaknya.

Sayang sekali, kalimat yang mungkin sangat baik dan bermanfaat harus menjadi tidak berarti hanya karena cara yang tidak sama dengan orang kebanyakan

Atau, setelah gw pikir-pikir lagi, bukan cuma terjebak dengan cara? Atau kita memang orang yang senang menjudge orang yang beda dengan kita? Kalau orang tidak sama dengan kita berarti salah. Atau kita memang suka saja mencari kesalahan orang, supaya kita bisa menganggap diri kita lebih baik?

Wahhh.. yang ini lebih gawat daripada kalimat di awal

Sungguh gw ga bermaksud sok-sokan jadi orang paling bener dan sok ga pernah bersikap seperti paparan gw di atas. Gw pun salah satu ‘manusia cara’, yang bisa ngasih respon yang sangat berbeda ketika 2 orang menyampaikan maksud yang persis sama dengan cara berbeda. Justru tulisan ini muncul akibat ngetawain kelakuan gw sendiri.

 Tapi langkah pertama dari perubahan adalah sadar akan apa yang salah dan memulai usaha untuk berubah

Betul?

Siapa tau pas lagi iseng bisa jadi bahan renungan dan bahan buat ngetawain diri bareng-bareng ;)

ngobrol – nikah

Kalo baca blog gw, lo akan menemukan blog yang sangat random, karena inspirasinya kebanyakan akan berasal dari obloran ngalor ngidul dengan orang-orang di sekitar dan yang gw temui

Beberapa waktu lalu mendapati gw ngobrol agak lebih serius dari biasanya dengan salah seorang teman, berbau-bau pernikahan. Nah loh, serius sekaleeee

 

Usia-usia seperti gw, 17 tahun (tambah beberapa tahun laaahhh) topik pernikahan mulai santer terdengar. Ditambah lagi, cukup banyak teman-teman gw yang sudah menikah, mau, atau bahkan sudah punya anak. Tapi, belom ada keinginan di hati gw untuk menyusul teman-teman dalam waktu dekat, entah mengapa. Punya konsep pernikahan impian pun tidak.

Meski begitu, obrolan dengan topik ini tetap tak terhindarkan. Hasil dari ngalor ngidul itu adalah, kita harus sangat berhati-hati dalam memilih partner seumur hidup kita. Dan harus, HARUS, memiliki visi yang sama dan support yang luar biasa. Partner yang sama-sama ingin berkembang dengan kita tanpa ingin menghambat dan mematikan potensi yang lainnya untuk alasan apapun, APAPUN

Konser – part 2

(Baca Konser – Part 1 sebelum baca ini)

Acara mulai jam 20.00 dibuka dengan lagu Sang Pemimpi, di awal-awal konser gw disadarkan pada fakta, ternyata ga semua lagu gigi gw tau. Gigi berdiri tahun 1994, umur gw 5 tahun cuy waktu itu. Lanjut semakin lama lagunya semakin kekinian dan sangat familiar di kuping.

1 kata yang bisa gw kasih untuk konser ini

GOKIL

Kerennya keterlaluan, maksimal!!!!

Masing-masing personel Band Giginya sendiri aja merupakan salah 1 orang-orang terbaik di bidangnya. Hendi yang paling terakhir gabung solo drum nya keren mampus, thomas dengan gaya nya yang ga usah dibahas lagi lah yaaa.. budjana dengan ke-cool-an dan jarinya yang ga tau lagi deh dibahasnya gimana, dan armand yang, adooooh gw abis kata deh buat ini orang, gaya panggung nya megang bangeeeeettttttt. Dan suaranya armand, gw berasa kayak dengerin CD nya, perfect. Dan mereka diiringin orchestra, bergabung sama mereka buat konser ini addie ms, erwin gutawa, andi rianto. Ini konser ga main-main bung!

GOKIL, sumpah GOKIL

Jeda tiap lagunya pun diisi sama banyolan dan cerita-cerita mereka

Konser ini sempurna! Gw jamin ga akan ada band Indonesia, sampe generasi gw sekarang ini, yang bisa menyerupai bahkan mendekati keluarbiasaan konser mereka. Gw jamin! (kemaren sudah gw deklarasikan di twitter mengenai ini).

Konser beres jam 23.30, gw makan, ngurus band pecah, baru sampe rumah jam 01.30. bangun lagi jam 05.15, siap-siap berangkat ke tempat travel 05.30, naik travel 06.30.. janji pasien buat ditambal jam 13.00.. lanjut gw ke dent.co (tempat gw belajar sekaligus belajar bekerja selain RSGM) jam 16.00-20.00, abis itu gw berangkat ke acara kampus, acara musik penutupan Porsenang, acaranya adek-adek kelas gw. Dan sekarang jam 01.45, gw masih mengetik blog ini.

Capek? Pasti!

Nyesel?

Gw bakal nyesel setengah mati kalo sampe ga dateng ke konser sweet seventeen Gigi.

Dan ketika gw mengintip daftar impian yang pernah gw tulis dan lupakan pada tahun 2010, ada 1 poin bertuliskan ‘nonton konser Gigi’

Dan dengan bangga gw nyatakan, gw sudah berhasil mencoret salah 1 poin di daftar impian gw itu sebagai tanda bahwa salah 1 impian gw sudah terwujud dengan sangat memuaskan

Band Gigi, kalian luar biasa. Ga ada yang menyerupai bahkan mendekati serupa dengan kalian. Teruslah berkarya, gw akan menjadi salah 1 dari jutaan orang yang akan selalu menantikan karya kalian.

Sungguh gw merasa harus mem-posting konser yang 1 ini. Karena ini bukan konser biasa..

Gw penikmat musik dalam konotasi yang benar-benar denotatif, karena sering kali gw punya lagu favorit yang gw sama sekali ga tau itu lagu ceritanya apa. Karena ga pernah menghayati liriknya.. fokus gw asli cuma di musiknya

Karena kecenderungan ini, gw  dari dulu suka banget nonton musisi manggung secara live. Mulai dari pensi, acara kampus sendiri, acara musik fakultas lain, dan konser (yang sekarang jadi hip itu)..

Gw inget banget pertama kali nonton konser musik artis luar javamusikindo, itu adalah Simple Plan. Jaman kelas 1 SMA kalo ga salah. Waktu itu konser belom kayak sekarang, nyari tiket gampang tinggal ke bu dibyo langsung dapet, harga juga ga segila sekarang, waktu itu tiket tribune 350.000, gw beli pake uang lebaran. Dan kenapa di tribune? Karena itu syarat dari orang rumah, gw nontonnya cung sendirian, ga ada temen sama sekali.

Kalo sekarang, orang ngantri gila-gilaan, bahkan banyak yang ga ngerti lagu-lagu artisnya, dan ngedownload lagu-lagunya h-1 minggu konser, cuma untuk kebanggan nonton konser. Itu hak mereka sih, lawong mereka bayar kok.. tapi kecenderungan ini bikin jadi males mau nonton konser-konser, beli tiketnya aja setengah mampus, belom harganya jadi gila-gilaan. Tadinya gw udah mau nyerah sama konser-konser di istora, tendor, dkk nya itu. Apalagi ditambah kesibukan di dunia koass, makin lah gw apatis.

Sampai akhirnya gw denger kabar kalo Band gigi (harus pake kata band) mau konser buat ngerayain 17 tahun berdirinya band mereka. Wah, gokil tuh kayanya, bukan sembarang konser ini mah. Urgencynya ngalahin band-band luar yang dateng. Pas gw cek harga tiket, terjangkau pula. Mantap! Gw bulatklanlah tekad, apapun yang terjadi, gw berangkat.

Pas tekad sudah bulat, gw cek jadwal, dan ternyata bertepatan dengan hari klinik dimana itu padet banget, harus absen dateng dan absen pulang. Absen pulang jam 15.00, open gate di jakarta jam 19.00 (gw kuliah di bandung). Tapi karena tadi tekadnya udah bulat, hajar aja! Pesenlah travel jam 16.00

Alhamdulillah gw berhasil sampe travel 15.25, jadi bisa dapet tavel yang jam 15.45.. sampe jakarta 18.30, langsung ngantri, open gate teng jam 19.00

Dapet bangku kelas 1 yang paling depan, mantap! Gw pun menunggu dengan segala rasa ga percaya kalo akhirnya kesampean nonton konser sweet seventeen Band Gigi

2-0

Ketika usia gw sudah mencapai kepala dua, lebih tepatnya angka 20, gw barus merasa kalo otak gw akhirnya mampu berdiri dan berjalan (sumpah freak abis, jangan di bayangin)

Ngerasa ga  kalau umur-umur segini itu otak baru mulai bekerja sebagaimana mestinya. Semua-semua baru mulai kepikir (baru mulai, belum serba kepikir). Baru ngeh kenapa pas SMA banyak yang bilang kita tuh masih bau kencur, anak kecil, ABG, ga tau apa-apa. Dulu gw ga terima banget dibilangin gitu, gw ngerasa, “Gw nggak sebego itu kok, banyak kok hal yang udah gw tau.”

Tapi seperti yang tadi baru gw denger dari seorang pembicara yang sangat ciamik,

kita baru bisa melihat progress hidup kita, bukan dengan membandingkan diri dengan orang lain. Melainkan membandingkan diri kita yang sekarang dengan diri kita beberapa tahun yang lalu

Dan disinilah sekarang gw, terpana akan fakta betapa lambannya waktu yang dibutuhkan sang otak untuk benar-benar bersinergi dengan realita yang ada

Merasa terlambat, namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali

Mulai di umur inilah, umur emas para manusia muda.. mari kita berusaha mengasah otak kita teman-teman, supaya dia terus bekerja se optimal mungkiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnn!!!!!!!!!!

Postingan Lama :)

Adalah sebuah kata yang sangat umum ketika kita mendengar orang berbicara,

“Jodoh di tangan Allah.”

Tapi konotasi kata jodoh yang kita tangkap, biasanya adalah berupa pasangan hidup, yang di masa depan akan menjadi suami atau istri kita..

Tadi malam gw melakukan suatu percakapan dengan achii, yang jadi membuat gw tersadar bahwa jodoh yang Allah atur untuk kita, tidak hanya sebatas suami atau istri kita. Tapi jauh melampaui itu..

Sebenarnya semua orang yang pernah hadir dalam hidup kita, itu adalah jodoh yang Allah berikan untuk kita. Semua hal di dunia ini, tidak ada yang namanya kebetulan. Semua terjadi karena ada alasannya.. dan memang Allah sudah menggariskan semua hal itu terjadi dalam hidup kita.

Coba kalau kita mau merunut segala peristiwa yang mempertemukan kita dengan orang-orang yang pernah hadir dalam hidup kita, sangat tidak terduga.

Apakah saat gw masuk kuliah, gw tau gw akan bertemu dan menjadi sangat dekat dengan sahabat-sahabat gw sekarang? I have no idea. Sebelumnya gw sama sekali tidak mengenal mereka. Begitu pula dengan teman-teman sd, smp, sma, orang-orang yang pernah menjadi sangat dekat (baca: para mantan pacar) yang sudah memberikan banyak pelajaran dalam hidup gw..

Bahkan, setiap orang yang gw temui setiap harinya. Itu semua sudah Allah jodohkan untuk bertemu dengan gw pada hari itu.

Betapa luar biasanya Allah ya…

Setiap dari kita, apa pun yang terjadi pada kita, mulai dari hal terkecil sampai hal besar yang terjadi setiap harinya, itu sudah digariskan olehNya

Kalau mau menelaah lagi, dan mencari kehebatanNya lagi, bukan hanya sebatas itu

Bukan hanya masing-masing dari kita, para manusia

Tapi semua hewan, tumbuhan, dan setiap benda mati, bahkan debu terkecil sekalipun, Allah telah mengatur apa yang terjadi pada mereka semua, each of day…

Hwahhhhh… what aaaaaa…

I don’t know, I have no word to explain..

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.